
Jakarta – Pemerintah memastikan pasokan bahan baku pupuk nasional tetap aman meski terjadi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan, terutama bahan baku impor.
Antisipasi dengan Diversifikasi Impor
Pemerintah melakukan strategi diversifikasi sumber impor guna menghindari gangguan pasokan.
“Untuk bahan baku impor, kita cari alternatif pasar atau substitusi dari negara lain,” ujar Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Andalkan Pasokan dari Eurasia

Untuk komoditas pupuk, Indonesia selama ini mengandalkan impor dari kawasan Eropa Timur dan Eurasia, seperti:
-
Kazakhstan
-
Uzbekistan
Kawasan tersebut dinilai masih menjadi sumber alternatif yang stabil di tengah dinamika global.
Belum Ada Rencana Pembatasan Ekspor
Meski terjadi persaingan global dalam perebutan bahan baku pupuk, pemerintah belum mempertimbangkan kebijakan pembatasan ekspor.
Selain itu, hingga saat ini belum ada laporan gangguan pasokan dari PT Pupuk Indonesia maupun BUMN lainnya.
“Sampai sekarang belum ada keluhan dari pihak BUMN terkait pasokan,” tambahnya.
Pasokan Nasional Tetap Terjaga
Dengan langkah antisipatif yang telah disiapkan, pemerintah optimistis kebutuhan pupuk dalam negeri tetap terpenuhi, sehingga sektor pertanian tidak terganggu.
