LAMPUNG TIMUR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur, menjadi perhatian serius karena mengancam kelestarian hutan dan habitat satwa liar yang dilindungi.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi meninjau langsung lokasi terdampak pada Sabtu (24/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kepala Staf Resor Militer (Kasrem) 043/Garuda Hitam, Kolonel Kav Roli Dewanto, turut mendampingi peninjauan untuk memastikan koordinasi penanganan karhutla berjalan optimal.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menangani kebakaran sekaligus menjaga ekosistem kawasan konservasi Way Kambas.
Kasrem 043/Gatam Kawal Peninjauan di Lapangan
Rombongan Kepala BNPB disambut Kepala Staf Kodam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Sejumlah pejabat turut mendampingi kegiatan tersebut, di antaranya Kepala BPBD Provinsi Lampung Drs. Aswarodi, Deputi 3 BNPB Mayjen TNI Budi Irawan, Dandim 0411/Lampung Tengah Letkol Inf Noval Darmawan, serta Dandim 0429/Lampung Timur Letkol Inf Danang Setiaji. Unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah juga terlibat dalam rangkaian peninjauan.
Kasrem 043/Gatam memastikan kegiatan di lapangan berlangsung tertib dan koordinasi antarpihak berjalan baik, terutama dalam mendukung upaya penanganan kebakaran di kawasan taman nasional.
Susuri Perairan, Periksa Kondisi Lokasi Terdampak
Untuk mencapai lokasi terdampak, rombongan menempuh perjalanan darat yang dilanjutkan dengan menyusuri perairan menggunakan perahu.
Setibanya di lokasi, Kepala BNPB bersama rombongan memeriksa kondisi lahan yang terdampak kebakaran serta memberikan arahan kepada personel yang bertugas di lapangan.
Arahan tersebut menekankan pentingnya memperhitungkan kondisi medan, arah angin, serta keselamatan personel selama proses penanganan karhutla. Kasrem 043/Gatam turut mendukung penyampaian arahan tersebut agar seluruh personel tetap mengutamakan prosedur keselamatan dalam menjalankan tugas.
Kewaspadaan dinilai penting karena kondisi cuaca dan perubahan arah angin dapat memengaruhi pergerakan api serta meningkatkan risiko bagi petugas di lapangan.
Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor
Kepala BNPB menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman, tetapi harus disertai pemantauan berkelanjutan dan pelaporan cepat terhadap perkembangan situasi.
“Penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman. Pemantauan titik api harus berkelanjutan dan situasi wajib segera dilaporkan,” tegas Kepala BNPB.
Menanggapi arahan tersebut, Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat.
Korem 043/Garuda Hitam, menurutnya, siap mengoptimalkan dukungan personel dan sarana prasarana untuk membantu percepatan penanganan bencana di wilayah Lampung.
Koordinasi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat pemantauan kawasan terdampak, mempercepat penyampaian informasi, serta mendukung langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Habitat Satwa Liar Way Kambas Harus Dilindungi
Taman Nasional Way Kambas merupakan kawasan konservasi yang menjadi habitat berbagai satwa liar dilindungi. Karena itu, penanganan karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga perlu memperhatikan perlindungan vegetasi dan keberlangsungan ekosistem.
Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat titik api atau tanda-tanda kebakaran.
Kolaborasi antara petugas, pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola kawasan konservasi, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran.
Melalui peninjauan langsung dan penguatan koordinasi lintas sektor, penanganan karhutla di Way Kambas diharapkan berjalan lebih optimal sehingga kerusakan hutan dapat ditekan dan habitat satwa liar tetap terlindungi.
![]()
